Uncategorized

Pura Besakih Dengan Berbagai Kisahnya

Pura Besakih, atau dikenal sebagai “Pura Agung Besakih”, adalah kompleks pura Hindu terbesar dan paling suci di Pulau Bali, Indonesia. Pura ini dianggap sebagai “Pura Ibukota” atau “Pura Agung” yang mendiami 18 pura utama di kompleksnya, serta puluhan pura kecil yang tersebar di sekitarnya. Sejarah Pura Besakih merangkum kekayaan budaya, keagamaan, dan sejarah Bali yang kaya.

 

Asal Usul Pura Besakih

Pura Besakih memiliki sejarah yang panjang dan dimulai pada zaman kuno Bali, diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-8. Pura ini dianggap sebagai tempat pemujaan untuk Hyang Rsi Markandya, seorang pertapa suci yang diyakini memberikan keberkahan di lokasi tersebut. Seiring berjalannya waktu, kompleks pura ini terus berkembang dan dihormati, menjadi pusat keagamaan yang penting bagi masyarakat Hindu Bali.

  • Peran Pura Besakih dalam Kehidupan Keagamaan

Sebagai salah satu pura yang paling suci di Bali, Pura Besakih memainkan peran penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Berbagai upacara keagamaan, persembahyangan, dan ritual dilakukan secara rutin di pura ini, terutama pada perayaan besar dalam kalender Hindu Bali, seperti Galungan, Kuningan, dan Hari Raya Saraswati.

  • Arsitektur dan Unsur Kepurbakalaan

Arsitektur Pura Besakih menggabungkan elemen-elemen tradisional Bali dengan seni arsitektur yang khas. Bangunan-bangunan pura yang terdiri dari pelataran, meru (tumpukan atap bertingkat), candi bentar (gerbang khas Bali), dan paviliun-paviliun suci menampilkan keindahan arsitektur klasik Bali.

  • Keberadaan Pura Selama Krisis Sejarah

Pura Besakih tidak hanya mengalami masa-masa kejayaan, tetapi juga melewati berbagai krisis sejarah. Pada tahun 1963, letusan Gunung Agung mengancam keberadaan pura ini. Namun, secara ajaib, kompleks pura ini selamat dari letusan dahsyat itu, yang dianggap sebagai anugerah dari dewa-dewa Hindu yang melindungi.

  • Magnet Wisata dan Pusat Pendidikan Spiritual

Seiring dengan keagungan keberadaannya, Pura Besakih menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Banyak yang datang untuk mengagumi keindahan arsitektur, mempelajari budaya dan tradisi Hindu Bali, serta merasakan aura spiritual yang kuat di tempat ini.

Pura Besakih, sebagai kompleks pura terbesar dan paling suci di Bali, juga memiliki beragam cerita mistis yang melingkupi keberadaannya. Beberapa cerita mistis yang terkait dengan Pura Besakih mencakup pengalaman spiritual atau fenomena supranatural yang dianggap memiliki hubungan dengan kekuatan gaib atau adat kepercayaan masyarakat setempat.

  • Pengalaman Aura Spiritual yang Kuat

Banyak pengunjung dan pendeta yang merasakan aura atau energi spiritual yang sangat kuat ketika berada di kompleks Pura Besakih. Beberapa dari mereka melaporkan pengalaman perasaan kehangatan, ketenangan, atau kehadiran yang berbeda dari keadaan sehari-hari yang mereka rasakan.

  • Cerita Pengalaman Bertemu Makhluk Gaib

Beberapa orang melaporkan pengalaman bertemu atau melihat penampakan makhluk gaib atau roh-roh yang berdiam di sekitar area pura. Kisah-kisah ini seringkali diwariskan dari mulut ke mulut dalam bentuk mitos atau legenda yang turun-temurun di kalangan masyarakat setempat.

  • Kejadian Mencekam atau Kesadaran yang Meluas

Terdapat laporan dari beberapa orang yang merasa terkejut atau mengalami kesadaran yang tidak biasa saat berada di kompleks Pura Besakih. Beberapa mengaku mendengar suara-suara aneh atau merasa disaksikan oleh sesuatu yang tak terlihat.

 

Kesimpulan

Pura Besakih bukan hanya sebuah tempat suci, tetapi juga merupakan lambang kekuatan spiritual, kekayaan budaya, dan warisan sejarah yang penting bagi Bali dan Indonesia. Sejarah panjang, keagungan arsitektur, dan perannya yang sentral dalam kehidupan keagamaan Bali menjadikan Pura Besakih sebagai salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga dan menarik bagi mereka yang ingin menjelajahi kekayaan sejarah dan keagamaan Pulau Dewata.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *